Friday, December 29, 2017

Ingin Sukses? Tidurlah

Tidur adalah hal yang sangat vital bagi kelancaran aktivitas harian kita. Tanpa tidur yang cukup, mata memerah, kantung mata tercipta, konsentrasi memudar, produktivitas terhambat, emosi tidak stabil, otomatis waktu jadi banyak terbuang. Jadi apakah tidur membuat orang jadi sukses? Ya, tapi sebentar, tidur yang seperti apa dulu.
Jika kita renungkan bersama, hampir sepertiga waktu manusia dalam 24 jam dipakai untuk tidur (versi penelitian bule). Sehingga jika usia kita hanya sampai 60 tahun, maka artinya selama 60 tahun kita hidup, 20 tahun nya itu dipakai untuk tidur! Waw, 20 tahun tidur, itu waktu yang sangat lama, bagaimana bisa produktif jika tidur selama 20 tahun. Betul, jika saja kita bisa gunakan waktu 20 tahun itu untuk berkarya, pasti akan jauh lebih baik. Tapi kita memang membutuhkan porsi waktu sekitar 20 tahun itu untuk bisa berkarya selama 40 tahun. Namun apakah harus 20 tahun waktu kita untuk tidur?
Allah yang Maha Pencipta telah memberikan waktu bagi setiap manusia itu 24 jam dalam sehari. Jika dalam sehari kita bekerja selama 8 jam dan tidur selama 7 - 9 jam. Maka bisa dipastikan kita akan termasuk kategori manusia pada umumnya. Bekerja hanya saat disuruh bekerja, tapi saat boss tidak ada maka kita santai-santai saja. Tidak ada yang istimewa dalam diri kita. Ingat, kita tidak hanya hidup untuk waktu 60 tahun saja, bahkan setelah tutup usia 60 tahun itu dimulailah kehidupan sebenarnya, yaitu kehidupan antara surga atau neraka. Dua pilihan itu ditentukan dari bagaimana karya kita selama kehidupan di dunia.
Dalam islam kita mengenal amal jariyah, yaitu suatu amalan yang walaupun kita sudah tiada, tapi hasil dari amalan kita selama hidup ternyata terus kita terima walaupun kita sudah tertidur di alam kubur. Renungkan, hampir 1500 tahun lalu Muhammad Rasulullah wafat (Muhammad wafat pada tanggal 12 Rabi'ul Awal tahun 11 H atau 8 Juni 632 M), tapi namanya terus bergema sampai sekarang. Sama halnya dengan Thomas Alva Edison, hampir 80 tahun beliau wafat (pada 8 Oktober 1931), namun jasanya masih tetap terasa oleh seluruh manusia di muka bumi ini dalam bentuk bola lampu, terlepas dari apakah itu sebuah amal jariyah atau bukan. Nama yang terus bergema hingga beberapa generasi sesudah wafatnya, itu merupakan sesuatu yang sangat luar biasa. Seberapa besar tingkat kebermanfaatan kita untuk sesama? Apakah hanya sebatas selama hidup, ataukah sudah tiada pun nama kita akan senantiasa harum karena apa yang telah kita lakukan saat hidup.
Apakah kita bisa seperti mereka? Bisa dan harus bisa. Kenapa? Karena mereka manusia dan kita pun manusia. Sama-sama manusia yang diberikan jatah hidup sama, yaitu 24 jam. Lalu bagaimana caranya agar kita bisa berbuat lebih? Maka jadilah manusia yang diluar pada umumnya. Jika kita biasa tidur selama 8 jam dalam sehari, kurangi mungkin satu atau dua jam. Waktu tambahan ini bisa kita manfaatkan untuk mencari ilmu tambahan dengan cara membaca buku, berita, cari informasi baru atau lainnya. Selain itu mempersiapkan fisik untuk menghadapi aktivitas seharian pun bisa dilakukan di waktu tambahan ini, misalnya dengan bermeditasi, shalat subuh, olah raga, dan lain-lain. Dengan demikian kita pun akan lebih siap menghadapi aktivitas harian dengan energi tambahan atau pengetahuan tambahan. Aktivitas bonus di waktu tambahan ini yang membuat kita bisa mencuri start dibandingkan orang lain yang memanfaatkan waktu dengan standar orang kebanyakan.
Namun apakah dengan mengurangi tidur malah membuat kantuk di siang hari?
Nantikan artikel berikutnya :)
Written by: Aditya Rakhmawan
Referensi:
  • nabimuhammad.info/kapan-tepatnya-nabi-lahir-dan-wafat/

No comments:

Post a Comment