Friday, December 29, 2017

Jika Tidur Benar, Badan Pasti Segar

Sumber gambar: Sleepfoundation.org
Kita semua tahu, setiap manusia itu butuh tidur. Tidur merupakan upaya untuk mengistirahatkan raga yang telah jenuh lelah digunakan beraktivitas, bisa seharian, dua harian, atau lebih. Mungkin saja. Semua kembali pada profesi. Namun pada umumnya durasi tidur yang ideal (versi bule) mengatakan 7 hingga 9 jam dalam sehari untuk usia orang dewasa. Artinya kalau kita tidur malam jam 9 PM, maka kita harus bangun jam 4 AM sampai jam 6 AM (pagi hari) agar bisa dianggap tidur ideal. Semakin tua, jam tidur itu semakin sedikit. Menurut penelitian, waktu tidur kakek nenek kita 5-6 jam dalam sehari seringkali itu sudah cukup. Tapi lihat adik kita yang masih bayi, nampaknya ia bisa tidur hampir seharian, karena memang jam ideal tidurnya itu sekitar 14 sampai 17 jam dalam sehari.
Durasi tidur versi dalam agama islam beda lagi, Rasulullah Muhammad SAW, hanya sedikit sekali tidurnya dalam sehari. Umat islam diperintahkan untuk bangun malam, melakukan shalat malam di sepertiga malam terakhir. Artinya itu sekitar jam 1 malam hingga adzan shubuh berkumandang sekitar jam 4 dini hari (versi negara Indonesia). Ternyata beberapa penelitian terbaru, khususnya penelitian dari Prof. Dr. Mohammad Sholeh, M.Pd menyatakan bahwa shalat malam yang dilakukan sesuai aturan mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Artinya tidur yang sedikit ditambah shalat malam itu menyehatkan, ditambah lagi beberapa penelitian menyebutkan bahwa tidur yang terlalu lama itu berpotensi tinggi menimbulkan penyakit degeneratif seperti jantung.
Tidur itu memang bisa menyehatkan, tapi bisa juga menyesatkan. Ada yang mengatakan orang yang sedikit tidur, usianya lebih pendek dibandingkan orang yang lebih banyak tidur. Versi lain mengatakan orang yang terlalu banyak tidur itu potensi terkena penyakit degeneratif seperti jantung lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang lebih sedikit tidur.
Hal yang pasti perlu kita tahu secara saintifik adalah bahwa udara pagi hari itu sangat bersih dan menyehatkan. Komposisi oksigennya jauh lebih tinggi saat menjelang matahari terbit dibandingkan setelah matahari terbit. Salah satu sebabnya karena tingkat pencemaran di shubuh hari itu jauh lebih kecil dibandingkan setelah matahari terbit. Kita tahu bahwa oksigen itu senyawa penting untuk pembakaran (metabolisme tubuh) dan berikatan dengan haemoglobin darah kita untuk dialirkan ke seluruh bagian tubuh termasuk otak.
Suasana di pagi hari menjelang matahari terbit jauh lebih menenangkan dibandingkan suasana setelah matahari terbit. Oleh karena itu banyak orang yang menggunakan suasana sebelum matahari terbit itu sebagai media untuk berolah raga atau bermeditasi. Udara shubuh hari juga seringkali direkomendasikan oleh para dokter untuk menjadi media penyembuh bagi pasien-pasiennya. Dengan demikian udara shubuh hari itu memang sangat bermanfaat bagi kita baik untuk mempersiapkan diri menghadapi padatnya aktivitas di siang hari, maupun untuk membantu proses penyembuhan orang-orang yang sedang sakit.
Dalam salah satu hadits pun dikatakan bahwa:
"Shalat sunnah dua rakaat fajar itu lebih baik dari dunia dan segala isinya" (HR. Muslim: 725)
Maksudnya shalat sunnah dua rakaat fajar itu artinya shalat sunnah dua rakaat yang dilakukan diantara adzan shubuh dan shalat shubuh. Islam pun merekomendasikan bahwa bangun shubuh dan beraktivitas dengan udara shubuh hari itu akan jauh lebih baik bagi tubuh manusia yang tentunya hanya Allah yang Maha Tahu prosedur terbaik cara menggunakan tubuh kita ini. Dengan demikian jika kita menggunakan tubuh ini sesuai prosedur petunjuk penggunaannya, maka tubuh kita ini akan mampu membantu pencapaian tujuan kita dengan cara berfungsi secara optimal sesuai yang kita inginkan.
Written by: Aditya Rakhmawan
Sumber:
  • Akbar, Zaidul. (2014). Jurus Sehat Rasulullah. Bandung: Sygma Creative Media.
  • Baqi, Muhammad Fuad Abdul. Shahih Muslim jilid 1
  • Sleepfoundation.org
  • Kaheel7.com

Sumber tulisan: Klik

No comments:

Post a Comment