Tuesday, April 23, 2019

Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah di Indonesia

Assalamu'alaikum.

Temans, kali ini saya ingin share tentang istilah Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah di Indonesia. Bagaimana kaitannya dengan SD, SMP, dan SMA? Serta bagaimana penerapan Ujian Sekolah dan Ujian Nasional pada kedua jenjang itu?



Pendidikan dasar di Indonesia merupakan salah satu bagian dari pendidikan formal menurut PP No 32 Tahun 2013. Pendidikan formal di Indonesia menurut PP No 32 Tahun 2013 Pasal 1 terbagi tiga, yaitu:
(1) Pendidikan Dasar;
(2) Pendidikan Menengah; dan
(3) Pendidikan Tinggi.


Pendidikan Dasar di Indonesia dimulai dari tingkat SD/MI dan lainnya yang sederajat, dilanjutkan ke tingkat SMP/MTS dan lainnya yang sederajat (kemdikbud.go.id). Artinya, Pendidikan Dasar ini secara umum berlangsung selama sembilan tahun. Tingkat SD/MI enam tahun, setelah itu tingkat SMP/MTS tiga tahun. Setiap tingkat pendidikan (SD/MI dan lainnya yang sederajat) atau setiap jenjang pendidikan (Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah) akan dilakukan penilaian untuk mengukur capaian Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Penilaian pendidikan sebagai bagian dari Standar Penilaian Pendidikan pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah menurut PP No 19 Tahun 2005 Pasal 63 terbagi menjadi tiga:
(1) Penilaian hasil belajar oleh pendidik;
(2) Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan
(3) Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.

Ujian yang diselenggarakan oleh sekolah
Penilaian SKL oleh satuan pendidikan (sekolah/madrasah) tersebut diterapkan untuk semua mata pelajaran (PP No 19 Tahun 2005 pasal 63 ayat (1)). Pada ayat (4) nya dijelaskan bahwa penilaian capaian SKL oleh satuan pendidikan ini digunakan untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.



Jadi saat peserta didik mau naik dari tingkat SD ke SMP, akan dilakukan penilaian capaian SKL oleh sekolah. Saat peserta didik mau naik dari tingkat SMP ke tingkat SMA pun akan dilakukan penilaian capaian SKL oleh sekolah. Penilaian capaian SKL ini disebut juga ujian sekolah. Begitu juga saat akan naik dari SMP ke SMA, dan dari SMA ke perguruan tinggi, akan ada ujian sekolah yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan (sekolah) pada setiap mata pelajaran, di setiap kelompok mata pelajaran (PP No 19 Tahun 2005 pasal 65 ayat (2) dan ayat (4)).


Apa saja kelompok mata pelajaran untuk kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah?


Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah ada lima kelompok mata pelajaran menurut PP No 19 Tahun 2005 Pasal 6, yaitu:
(1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;
(2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;
(3) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan, dan teknologi;
(4) Kelompok mata pelajaran estetika;
(5) Kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan.


Ujian yang diselenggarakan oleh Pemerintah


Berbeda halnya dengan ujian sekolah yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan, ujian nasional yang menjadi penilaian hasil belajar oleh Pemerintah hanya menguji capaian Kompetensi Lulusan pada beberapa mata pelajaran dari kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi (PP No 19 Tahun 2005 Pasal 66 ayat (1)).


Ujian Nasional untuk jenjang Pendidikan Dasar hanya terjadi di tingkat SMP/MTS dan sederajat, tidak terjadi di tingkat SD/MI dan sederajat (PP No 32 Tahun 2013 Pasal 67 ayat (1a)). Jadi setelah melalui enam tahun di tingkat SD/MI, dilanjutkan tiga tahun ke SMP/MTS, maka untuk naik tingkat ke jenjang Pendidikan Menengah, atau ke tingkat SMA/MA, peserta didik harus melalui Ujian Sekolah dan Ujian Nasional.


Sementara itu, untuk jenjang Pendidikan Menengah, Ujian Nasional dilakukan di akhir tingkat SMA/MA dan sederajat.

So Guys, have a new knowledge now, bahwa sampai detik ini (Selasa, 23 April 2019), berdasarkan aturan terkini, tidak ada istilah Ujian Nasional di SD/MI dan sederajat.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Written by: Aditya Rakhmawan


Referensi:

No comments:

Post a Comment