Monday, July 1, 2019

Otak dan Otot

Assalamu'alaikum.

Gaaaays... hari ini saya akan share sesuatu yang amazing lah pokona mah...

Judulnya otak dan otot, apa korelasinya? Dan yang terpenting itu, bagaimana cara melatihnya agar bisa mencapai it's full potential? Gimana caranya biar otak kita itu bisa bekerja dengan maksimal?

Kita tahu semua, otak itu rasanya jadi komponen terpenting dalam tubuh kita. Terpenting you know. Mata oke penting, tapi mata tajam bak elang, tapi tak berotak. Apa gunanya mata Gays...

Tangan kaki juga oke lah penting, tapi apa gunanya tangan kaki berotot bak Ade Rai atau Dwayne Johnson tapi tak berotak. Gak tau harus gimana, gak tau harus ngapain. Useless... Tapi lihat, Nick Vujicic, gak punya tangan dan gak punya kaki, tapi otak cemerlang... Maka hidupnya pun cemerlang...

Yok sekarang, gimana cara melatihnya daging di kepala kita ini?



Seperti sudah saya katakan, otak dan otot itu ada korelasinya. Bahkan ada persamaannya. Otak itu seperti otot. Gays, kamu tahu gimana cara para binaraga melatih otot mereka sampai semerekah kaya buah Peach gitu?

Mereka gak melatihnya terus menerus secara nonstop tanpa istirahat. Bahkan mereka mengatakan, istirahat itu penting sekali untuk membangun otot dengan sempurna. Saat otot dilatih dengan mengangkat barbel, otot yang berkontraksi itu rusak. Namanya juga kontraksi, kontraksi itu berarti ditarik, kalau ditarik terus ya rusak lah.

Lha, kok rusak... Jadi rusak donk... Ya iyalah kalau rusak jadi rusak. Memang sengaja otot itu dirusak. Tapi ingat, tubuh kita itu memiliki daya pulih yang luar biasa. Mesin aja kalau udah rusak, tinggal di loak. Tapi tubuh, kalau udah rusak, dia akan memulihkan dirinya sendiri. Catat, pemulihan ini inti dari latihan para atlet binaraga.

Jaringan otot yang rusak itu saat proses pemulihan, tidak akan kembali seperti semula, tapi justru lebih baik dari semula, lebih tebal dan lebih kuat. Oleh karena itu, pemulihan dalam latihan otot itu sangat sangat sangat penting.

Back to otak. Otak pun sama. Jadi kalau kita ingin otak ini bekerja dengan maksimal, maka latih otak seperti halnya otot.

Ada saatnya berpikir dengan sangat sangat fokus, tapi jangan kelamaan, untuk awal-awal, lima menit atau 10 menit cukup. Busyeeet... sebentar banget wkwkwk...

Ya, untuk yang super jarang belajar, itu cukup, kalau kelamaan malah ngantuk, trust me wkwkwk...

After that, istirahat.

Eits, ini istirahat jangan kelamaan juga. Setelah belajar 5 sampai 10 menit, istirahat sampai besok atau seminggu lagi. Gak gitu juga keleeess... Istirahat pun sama, 5 sampai 10 menit, itu udah cukup.

Setelah otak kalian beradaptasi dengan baik, maka durasi belajar kita bisa ditingkatkan jadi setengah jam, sejam, sampai maksimal itu dua jam. Dua jam belajar itu udah sangat berlebihan. Setelah itu istirahatlah sampai 15 menit sampai satu jam. Lalu belajar lagi.

Bro... InsyaaAllah, otak kalian akan secerdas otak Einstein. Trust me.

The only key to succeed is ... Kamu bisa konsisten gak jalanin semua penderitaan ini... SEMANGAT 😁👍

Semoga bermanfaat.

Bandung, 2 Juli 2019
Pagi-pagi di tengah perjuangan melawan disertasi

No comments:

Post a Comment