Sunday, April 26, 2020

Mencegah serial number Corel Draw terdeteksi invalid

Informasi kali ini untuk para pengguna Corel Draw bajakan (ouch) ... Kalem, sesama pembajak tidak perlu saling mendahului 😁
Pengalaman saya dulu, pakai corel draw setelah selesai instalasi, lalu menggunakan keygen nya, gak pernah tuh ada masalah. Aman tentrem panggunaannya. Tapi sekarang-sekarang, entah internet udah semakin canggih aja kayanya, ternyata koneksi internet saat penggunaan software desain ini membawa petaka. Software kita yang diaktivasi melalui cara ilegal (menggunakan keygen) malah terdeteksi bahwa serial number nya palsu atau invalid. Akhirnya kita dikasih tenggang waktu sama pihak corel untuk mengaktifkannya secara legal, kalau nggak .. Tombol save, eksport, editing, jadi sama sekali gak bisa dipakai. Alias kita cuma bisa ngeliatin doank karya yang udah 7 hari 7 malam kita bikin, tanpa bisa kita edit, kita save, atau lainnya, kondisi ini kita sebut viewer mode. Sedih banget ... Kita cuma bisa ngeratapin maha karya kita di Corel Draw tanpa bisa kita apa-apain ... 

Solusinya? Matikan koneksi internet saat menggunakan aplikasi Corel draw ini. Eits, tapi kalimat ini cuma berlaku kalau software Corel kita belum sampai pada titik viewer mode. Tapi kalau udah sampai ke titik viewer mode, maka uninstall dulu, lalu install lagi aplikasi corel draw nya. Nah, mulai detik ini segera lah bertaubat, dengan cara menggunakan aplikasi corel draw nya tanpa terkoneksi dengan internet. Jadi pakai corel jangan sambil nge-youtube. Ketauan bajakan nantinya wkwkwk ... 

Oke, dasar manusia, kadang udah dikasih tau gitu juga, sering aja lupa matiin koneksi internet saat pakai Corel Draw ... So Akhirnya, lagi-lagi kedetek lagi, uninstall lagi, install lagi ... Capek ...

Kok bisa? Corel Draw yang kita pakai ternyata berkomunikasi ke perusahaan corel draw nya lewat internet tanpa seijin kita. Akhirnya komunikasi yang terjalin baik itu membuat wajah kita yang polos dalam menggunakan aplikasi bajakan, jadi terlihat bodoh di mata kebenaran ... Memang wong kita yang salah pakai aplikasi bajakan. 

Ya habis gimana bosku, kalau kita ada duit mah kita beli juga kali ... Oke, kalau gitu solusi kedua? Putuskan dulu komunikasi backstreet software corel kita lewat internet ... Caranya, pasang firewall agar software corel kita tidak bisa berkomunikasi diam-diam tanpa sepengetahuan kita. How?

1. Masuk ke windows defender firewall with advanced security (ini khusus windows 10 ya, kalau windows yang lain, sesuaikan aja). Dimana lokasinya? Pencet Windows + Q, ketikkan "firewall" biasanya suka muncul. 



2. Masuk advances setting


3. Masuk ke inbound setting


4. Cari aplikasi corel draw dan corel photo-paint. Berhubung dalam kasus ini saya menggunakan Corel Draw X7, maka yang terlihat disitu adalah Corel Draw X7 dan Corel Photo-paint nya. Kalau pengguna corel versi lain, katanya sih sama aja ... Cobain aja ya, jangan lupa share pengalamannya.

5. Next, klik kanan di corel draw dan photo paint nya, untuk milih langsung dua-duanya, klik Ctrl dan mouse klik kiri di kedua file. Nanti rule nya akan terpilih dua-duanya. Klik kanan, lalu pilih disable rule

6. Pilih new rule

7. Rule type, pilih program

8. Cari program path nya, maksudnya ini file program corel draw nya disimpan dimana? Sebagai perbandingan, saya menggunakan windows 10 64 bit, sehingga file instalasi corel draw nya ada disini: "C:\Program Files\Corel\CorelDRAW Graphics Suite X7\Programs64" Lalu pilih program corel draw nya (CorelDRW.exe)


9. Berikutnya, di bagian Action, pilih Block the connection. Artinya, untuk program corel draw exe yang tadi kita pilih, gak boleh melakukan koneksi ke internet. 


10. Berikutnya, di bagian profil checklist aja semuanya

11. Terakhir, beri nama settingannya

Okey, main-main dengan firewall nya sudah cukup ... Berikutnya adalah memodifikasi file host. 
Caranya:

12. Cari aplikasi notepad di start menu, atau cari aja menggunakan Ctrl + Q, lalu ketikkan "notepad", setelah itu, klik kanan di aplikasi notepad nya, pilih Run as administrator

13. Berikutnya ke file > open ... cari file host nya, biasanya path nya ini "C:\Windows\System32\drivers\etc" Setelah masuk ke folder etc, rubah file type nya jadi all files sehingga akan terlihat file hosts nya. Setelah itu baru pilih file hosts nya. 


14. Tambahkan dua baris yang terkait dengan corel ke dalam file hosts nya, lalu save.
15. Key, pulasan terakhir, masuk ke Allow app through windows firewall. Biasanya ada di "Control Panel > System and Security > Windows Defender Firewall > Allowed apps

16. Terakhir, setelah masuk ke allow an app through windows firewall, pilih change setting, lalu unchecklist rule Corel Draw dan Corel Photo paint kita, plus unchecklist juga rule yang tadi udah kita buat. 

Dah, selesai ... kelak corel kita gak akan komunikasi lagi dengan pihak corel pusat. Dan kita bisa fokus mengumpulkan pundi-pundi untuk membeli software corel versi asli nya. 

Semoga bermanfaat dan tetap berkarya. 

Written by: Aditya Rakhmawan


Friday, April 24, 2020

Uji statistik pendidikan: Uji t

Uji t atau dikenal dengan t-test, berbeda dengan uji korelasi. Uji t dapat disebut juga uji komparasi atau uji beda. Ada beda atau tidak? Itu pertanyaannya yang akan dijawab melalui uji t ini. Dengan demikian jawabannya itu bisa “ada perbedaan antara anu dan inu” atau “tidak ada perbedaan antara anu dan inu”. Artinya sudah jelas kalau menguji perbedaan, ada dua hal yang diuji, anu dan inu. Dalam hal ini ada dua kelompok data atau bisa juga dua variabel yang diuji.

Uji t digunakan untuk sampel yang berjumlah kecil, dibawah 30, kalau sampel yang jumlahnya besar pakai uji z (Santoso, 2012:150).

Sampai sejauh ini, uji t berdasarkan software SPSS itu ada tiga jenis, (1) one sampel t-test; (2) Independent sample t-test; (3) paired sample t-test (Program SPSS versi 20).

Uji t satu sampel (one sample t-test), misalkan untuk satu populasi akan diuji apakah rata-rata populasi sama dengan suatu harga tertentu. Misalkan gini, dalam suatu kelas ada salah satu siswa yang dikenal punya badan gendut. Orang-orang memanggilnya Ndut Ndut ... Si anak merasa tersinggung, akhirnya ia melakukan suatu uji t antara dia dan kelas (not him against the world). Dia ingin membuktikan bahwa dia tidak berbeda dengan berat badan semua siswa dikelasnya. Nah, uji t ini termasuk kategori one sample t-test. Si siswa membandingkan dirinya dengan seluruh siswa di satu kelas yang jelas-jelas dirinya berada di kelas yang sama. Jadi dia ingin melihat apakah dia adalah seekor itik buruk rupa ataukah hanya rumor saja.

Dua jenis uji t lainnya yaitu independet sample t-test dan paired sample t-test merupakan uji t dua sampel artinya yang diuji itu ada dua populasi, dua kelompok data, atau mungkin dua variabel. Target jawaban dari uji t dua sampel ini adalah jawaban dari pertanyaan apakah rata-rata dua populasi data itu sama atau beda (Santoso, 2012:149). 

Independent sample t-test, artinya uji beda dua sampel atau dua populasi yang bersifat bebas tidak terikat. Misalnya populasi berat badan orang Jakarta dan populasi berat badan orang Surabaya, populasi nilai matematika kelas A dan nilai matematika kelas B. Dua populasi data tersebut masing-masing berdiri sendiri tidak berhubungan satu sama lain. Tapi membahas masalah yang sama, oleh karena itu kedua populasi data tersebut bisa dibandingkan. Jadi tidak membandingkan berat badan orang Jakarta dengan tinggi badan orang Surabaya. Itu dua masalah yang berbeda. Kalau misal seperti itu, bukan uji t yang digunakan, tapi bisa jadi uji korelasi. 

Paired sample t-test atau disebut juga dependent sample, artinya uji beda dua sampel atau dua populasi yang bersifat terikat, misalnya nilai matematika sebelum pembelajaran dan nilai matematika setelah pembelajaran (Santoso, 2012:149-150). Kenapa terikat, karena populasi sampel nya itu-itu juga. Hanya dua populasi data yang digunakan itu saja yang berbeda. Perbedaannya dimana? Yang satu adalah data sebelum pembelajaran, satu lagi data setelah pembelajaran.

Sumber rujukan
Santoso, Singgih. (2012). Aplikasi SPSS pada statistik parametrik. Jakarta: PT elex media komputindo.
Software SPSS versi 20 

Friday, April 17, 2020

Sister, Sinta, Publons, Web of Science, dan Scopus

Terus terang saya menulis judul itu sedikit kurang mengerti juga.
Semua judul tersebut adalah situs-situs yang berkaitan dengan publikasi ilmiah. Berikut saya berikan penjelasan singkat berikut dengan alamat website-nya.

1. Sinta
Sinta adalah situs yang memuat berbagai pakar dalam dunia publikasi.
Website nya: http://sinta.ristekbrin.go.id/
Disini kita bisa melihat siapa saja di Indonesia yang suka publikasi dan jarang publikasi. Saya sendiri punya nama Aditya Rakhmawan dan log in menggunakan email yang gmail. Ternyata satu-satunya di Indonesia yang publikasi atas nama itu. Padahal nama pasaran haha...
Screen shoot website sinta restekbrin

2. Sister
Sister, pencapaian karir dosen, pencapaian pendidikan, pendataan penelitian dan pengabdian, serta berbagai aktivitas penunjang dalam peningkatan karir dosen. Semua datanya diinput disini. Sepertinya semua universitas ada, saya sendiri di Untirta menggunakan akun email adityarakhmawan@untirta.ac.id untuk bisa masuknya.
Screen shoot bagian dalam sister salah satu staff Untirta

3. Publons
Publons, salah satu website lain yang suka mendata publikasi. Di website Publons ini publikasi dalam jurnal bereputasi Web of Science bisa terdata.
Alamatnya: https://publons.com/
Username yang saya gunakan: adityarakhmawan@yahoo.co.id
Hati-hati, password disini bukan hanya menggunakan angka dan huruf, tapi juga karakter seperti &,@#$%^&*()! ... Salah satu karakter harus ada dalam password. Tingkat kekuatan akunnya sedikit berlebihan saya pikir sih.
Web of Science ResearcherID: X-1520-2018
ORCID 0000-0002-6607-3582

Screen shoot saat log in Publons



Screen shoot halaman utama Publons

4. Scimago
Scimago, untuk melihat apakah suatu jurnal bereputasi atau tidak. Apakah masih scopus atau tidak. Disini tempatnya. Cari nama jurnalnya, lalu lihat spek nya. Scopus juga ada masa kadaluarsanya, jadi hati-hati dalam membeli.
Alamatnya: https://www.scimagojr.com/index.php



5. Web of Science (WoS)
Ini bisa dibilang saudaranya Scopus. 
Email yang digunakan sama dengan email yang digunakan dalam Publons. Jadi antara Publons dengan situs Web of Science, seperti dua bersaudara dengan wajah mirip.




6. Scopus



Sunday, April 5, 2020

STAD dalam Pembelajaran

STAD dalam pembelajaran merupakan akronim dari Student Team Achievement Division. Salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif (Cooperatif Learning) yang paling sederhana.
Yang mengembangkan: Robert Slavin and friends dari Universitas John Hopkin.
Teknik: Siswa dibagi kelompok heterogen. Masing-masing kelompok berjumlah empat orang. Guru memberikan materi dan penugasan. Pembelajaran diakhiri dengan kuis (evaluasi).

Komponen utama dalam STAD:
1. Penyajian kelas. Guru menyampaikan materi secara klasikal, kemudian diakhiri pemberian tugas yang harus dikerjakan bersama, berupa materi yang perlu dipelajari lebih lanjut, atau kuis.
2. Menetapkan siswa dalam kelompok. Terdiri dari empat orang yang heterogen. Satu orang dari kelompok atas, dua orang dari kelompok sedang, dan satu orang dari kelompok bawah. Target: tercipta kekompakan dalam bekerja.
3. Tes dan kuis. Setelah kerja kelompok, setiap individu siswa diberikan kuis.
4. Skor peningkatan individual. Upaya membandingkan antara skor awal (skor dasar) dan skor tes (skor setelah pembelajaran STAD). Skor dasar bisa diperoleh dari pretes guru, atau nilai terakhir yang dimiliki siswa.
5. Pengakuan kelompok. yaitu pemberian penghargaan untuk kelompok yang berprestasi.

Sumber rujukan: