Sunday, April 5, 2020

STAD dalam Pembelajaran

STAD dalam pembelajaran merupakan akronim dari Student Team Achievement Division. Salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif (Cooperatif Learning) yang paling sederhana.
Yang mengembangkan: Robert Slavin and friends dari Universitas John Hopkin.
Teknik: Siswa dibagi kelompok heterogen. Masing-masing kelompok berjumlah empat orang. Guru memberikan materi dan penugasan. Pembelajaran diakhiri dengan kuis (evaluasi).

Komponen utama dalam STAD:
1. Penyajian kelas. Guru menyampaikan materi secara klasikal, kemudian diakhiri pemberian tugas yang harus dikerjakan bersama, berupa materi yang perlu dipelajari lebih lanjut, atau kuis.
2. Menetapkan siswa dalam kelompok. Terdiri dari empat orang yang heterogen. Satu orang dari kelompok atas, dua orang dari kelompok sedang, dan satu orang dari kelompok bawah. Target: tercipta kekompakan dalam bekerja.
3. Tes dan kuis. Setelah kerja kelompok, setiap individu siswa diberikan kuis.
4. Skor peningkatan individual. Upaya membandingkan antara skor awal (skor dasar) dan skor tes (skor setelah pembelajaran STAD). Skor dasar bisa diperoleh dari pretes guru, atau nilai terakhir yang dimiliki siswa.
5. Pengakuan kelompok. yaitu pemberian penghargaan untuk kelompok yang berprestasi.

Sumber rujukan:

No comments:

Post a Comment