Monday, May 25, 2020

Bagaimana Islam Mengajarkan Membangun Habit

Bismillah.

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Kali ini saya akan bercerita tentang bagaimana suatu habit bisa merubah manusia.

Habit itu adalah bahasa Inggris dari kebiasaan, atau rutinitas. Islam sebenarnya telah mengajarkan kita bagaimana pentingnya suatu habit untuk dikembangkan. Contoh konkret mungkin yang seringkali kita lakukan, tapi jarang sekali kita sadari, yaitu shalat lima waktu.

Allah menyuruh kita untuk shalat lima waktu secara disiplin. Kapan jadwal adzan, dan berbagai aktivitas yang mengiringi saat adzan. 

Selain itu, shaum Ramadhan. 

Para motivator selalu menganjurkan untuk melakukan suatu aktivitas setiap hari agar suatu habit dapat tercipta. Mulai dari tiga hari berturut-turut, tujuh hari berturut-turut, sebulan, 40 hari, dan sampai 66 hari. Segala upaya itu saking pentingnya, terus dikembangkan menjadi informasi yang perlu disampaikan ke masyarakat.

Jika kita mampu menjalankan suatu aktivitas dalam rentang wkatu yang berturut-turut seperti diatas, tanpa putus, maka kita akan melakukan sesuatu tersebut secara otomatis tanpa harus berpikir terlebih dahulu. 

Shaum Ramadhan, mengajarkan kita untuk berpuasa tidak makan dan imnum selama 30 hari. Sehingga seharusnya setelah 30 hari berlalu, jika kita bersungguh-sungguh menjalankan ibadah tersebut, maka kita akan merasakan kerinduan yang sangat setelah bulan Ramadhan berakhir. Namun, jika tidak ada dorongan internal dan eksternal, maka kerindungan itupun hanya sekedar kerinduan tanpa ada action. Percuma.

Hei, semua aturan, informasi dan petunjuk kehidupan itu ada di dalam islam. Namun jika umatnya tidak menjalankannya, atau tidak bersungguh-sungguh menjalankannya, maka pedang setajam apapun beresiko dapat membunuh diri sendiri jika ia tidak sungguh-sungguh menggunakannya dan menjiwainya sehingga pedang itu dapat menjadi miliknya.

Wallahu'alam.

Written by: Adityarakhmawan

No comments:

Post a Comment